Sistem pendaftaran online yang diterapkan oleh Universitas Brawijaya untuk penerimaan beasiswa PPA dan BBM selama 7 tahun terakhir dinilai kurang efisien. Universitas Brawijaya adalah satu-satunya universitas yang menerapkan sistem pendaftaran beasiswa dari Kementrian Pendidikan tersebut secara online, dan kebijakan tersebut dinilai tidak tepat waktu dalam hal pencairan dana, kurang efisien, serta tidak tepat sasaran. Kementrian Pendidikan pun telah memanggil Pembantu Rektor III Universitas Brawijaya mengenai masalah tersebut.
Menanggapi panggilan dari Kementrian Pendidikan, akhirnya Rektor mengambil keputusan bahwa untuk penerimaan beasiswa PPA dan BBM tahun ini yaitu dengan mengubah sistem pendaftaran online menjadi pendataan langsung dari pihak rektorat dan fakultas dengan rincian sebagai berikut:
- Penerimaan BBM akan diambil dari data penghasilan orang tua yang ada di akun SIAM mahasiswa;
- Penerimaan PPA Akademik akan diambil dari data nilai IPK yang ada di akun SIAM/SIAKAD mahasiswa;
- Penerimaan PPA Non Akademik akan diambil dari data prestasi dan/atau keaktifan di organisasi intra kampus yang telah dilaporkan ke Kemahasiswaan Fakultas (Pembantu Dekan III).
Data-data tersebut dianggap paling valid, terutama di SIAM karena mahasiswa telah mengisi data-data tersebut saat awal perkuliahan semester pertama, dan telah dibubuhi materai saat registrasi ulang. Jika terbukti data yang diisikan saat awal perkuliahan tidak benar, mahasiswa tersebut akan langsung di-drop out.

