FIB – Civitas akademika Fakultas Ilmu Budaya (FIB) gelar demonstrasi tuntut Prof. Francien Herlen Tomasowa, P.hD. untuk mundur sebagai Dekan FIB Universitas Brawijaya (UB) (29/5). Aksi yang berlangsung di depan gedung dekanat FIB ini diikuti seluruh civitas akademika FIB mulai dari mahasiswa, dosen, staf administrasi, dan juga mantan sopir Francien. Demonstrasi dilakukan sebagai tindak protes terhadap kesalahan yang sudah diperbuat dekan FIB tersebut. Ada 17 mosi tidak percaya yang dituntut seluruh lapisan masyarakat FIB kepada Francien Herlen Tomasowa, salah satunya ialah mengenai Pemilihan Dekan (Pildekan) yang disinyalir adanya intervensi dari pihak Dekan. “Hal terpucuk yang memicu terjadinya aksi ini adalah adanya intervensi yang dilakukan Ibu Francien terhadap panitia Pildekan, yang harusnya bekerja secara independent,” terang Rian Wijayanto, Presiden BEM FIB.
Tampilkan postingan dengan label Edisi Juni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi Juni. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 Juni 2013
Pentas Teater Tunggal Prancis, Perdana Walau Tanpa Dana
FIB – Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis patut mendapatkan apresiasi yang baik. Pasalnya Himpunan Mahasiswa yang baru berdiri pada tahun 2009 ini telah sukses menyelenggarakan Pentas Tunggal Teater perdana pada Kamis, 2 Mei 2013. Pentas tunggal teater ini adalah program kerja dari Divisi Seni HIMAPRODI Bahasa dan Sastra Prancis atau yang dikenal dengan CÉF (Circle Étudiants Français). Walaupun program kerja ini tidak tertera dalam rancangan program kerja yang didanai oleh bagian kemahasiswaan FIB, akan tetapi program kerja ini dapat berlangsung dengan usaha dari pengurus CÉF dengan digunakan dana kas yang dimiliki oleh CÉF.
Bazar Kewirausahaan
FIB - Bazar yang diadakan di FIB 27 Mei lalu adalah program praktikum dari mata kuliah Kewirausahaan. Terciptalah ide atau gagasan untuk mengadakan bazar karena mahasiswa FIB mendapatkan “uang” pada praktikum mata kuliah ini dan dijadikan sebagai ajang kompetisi. Teknisnya sama seperti acara pada umumnya yaitu mengajukan proposal dan beberapa proses lainnya.
NIDAYAKU – Festival Budaya Terbesar di UB
FIB – Fakultas Ilmu Budaya baru saja merayakan hari besar bersama melalui sebuah festival budaya yaitu NIDAYAKU. NIDAYAKU sendiri adalah singkatan dari Seni dan Budayaku yang merupakan transformasi dari Parade Budaya yang telah dilaksanakan setiap tahun selama 2 tahun belakang. Tahun ini, nama Parade Budaya ditransformasikan menjadi NIDAYAKU bertujuan untuk membawa sesuatu yang baru tanpa menghilangkan esensi dari festival budaya sebelumnya yang pernah ada di FIB. Festival budaya kali ini bertemakan Budaya Kontemporer. Tema tersebut dipilih karena FIB merupakan fakultas yang dipenuhi berbagai budaya, mulai dari budaya tradisional hingga budaya asing. Dan untuk menyatukan kebudayaan tradisional dan budaya asing adalah budaya kontemporer yang merangkum keduanya.
Pameran Seni Rupa In Action
FIB - Pameran Seni Rupa kembali tampil dalam festival budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) bertajuk Nidayaku (Seni dan Budayaku). Berbeda dengan tahun lalu yang dikemas dalam konsep ruang indoor, pameran kali ini digelar di green-grass (25/5). Karya yang ditampilkan tidak lepas dari konsep utama yakni budaya kontemporer yang berarti gabungan dari budaya tradisional dan modern. Pameran ini menampilkan berbagai karya khas made in Seni Rupa FIB. Beberapa yang dipamerkan diantaranya berbagai lukisan dengan media kanvas maupun papan tulis, kursi yang diletakkan di atas pohon serta kaos-kaos yang digantungkan di ranting-ranting pohon dll.
Nidayaku sebagai Hari Raya Besar FIB
oleh: Anjar W. N. Tyas*
Nidayaku dibentuk dengan tujuan untuk menyatukan warga FIB khususnya untuk para mahasiswa(i) yang mempunyai bakat dalam bidang seni. Pada tahun sebelumnya, NIDAYAKU (Seni dan Budayaku) disebut dengan Parade Budaya. Kemudian dengan didorong oleh banyak alasan yang berkaitan dengan perubahan nama, salah satunya adalah birokrasi dari dekanat. Sempat ketika panitia mengajukan proker terjadi penolakan karena anggapan bahwa acara dan konsep sama seperti Parade Budaya tahun sebelumnya.
Ki Dyan – Dalang Muda (milik) FIB
FIB – Tepat satu bulan yang lalu (25/5), FIB menyelenggarakan acara budaya terbesar di FIB yang juga disebut sebagai Hari Raya FIB, Nidayaku (Seni dan Budayaku). Di dalam acara tersebut, terdapat pagelaran wayang yang pertama kalinya diadakan ada di FIB sepanjang sejarah dengan judul “Lahirnya Raden Gatotkaca”. Pagelaran wayang ini terbilang istimewa karena didalangi oleh salah satu mahasiswa FIB sendiri, Dyan Permana Putra dari prodi Antropologi Budaya angkatan 2012. Di usia yang terbilang muda, Dyan telah memiliki kemampuan yang begitu istimewa.
Bagaimana sih awal ceritanya Ki Dyan bisa menjadi Dalang?
Kemeriahan IT8 - Japan Total Festival
FIB – Memang tidak bisa dikatakan salah bila bulan Mei adalah pusatnya acara-acara besar di FIB. Sebulan lalu, tepatnya pada tanggaI 11 – 12 Mei, Himaprodi Sastra Jepang kembali mengadakan acara Isshoni Tanoshimashou yang diselenggarakan tiap tahunnya. Isshoni Tanoshimashou (IT) pada tahun ini adalah yang kedelapan sejak tahun pertama diselenggarakan. Isshoni Tanoshimashou sendiri memiliki pengertian sebagai berikut: Isshoni berarti bersama, Tanoshimashou yaitu mari bersenang-senang, sehingga bila diartikan secara utuh adalah mari bersenang-senang bersama. Kenapa nama itu dipilih? Tujuannya tidak lain agar khalayak tahu bahwa pengunjung datang ke sini untuk bersenang-senang.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
