Sabtu, 08 Desember 2012

HEADLINE - Green Grass, Apa Kabar?

Penuh: Lapangan parkir baru FIB dipenuhi puluhan sepeda motor

Green grass yang dulu hijau dan rindang, tempat kita semua berkumpul dan bersenda gurau melepas penat, tempat yang indah ketika hujan datang, digenangi air yang membuat rumput-rumput basah dan hijau berkilau, kini semua beralih fungsi menjadi lahan parkir. Sebuah fasilitas baru untuk menanpung kendaraan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya.
“Lahan ini separuhnya akan direnovasi untuk dijadikan lahan parkir, bukan kita akan merusak sepenuhnya taman ini,” ujar kontraktor pembongkaran green grass saat ditemui Rabu kemarin. Kepala kontraktor yang dikirimkan rektorat untuk menyelesaikan proyek ini menuturkan bahwa pembongkaran tersebut telah menjadi keputusan bersama dari pihak rektorat. Lahan parkir yang digunakan untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya ini bukan akan menghilangkan taman hijau fakultas, namun akan membagi dua fungsi tanah taman untuk kepentingan bersama. Taman yang tidak tergusur pun akan menjadi lebih terawat. Para petugas tidak akan menebang pohon dan bunga-bunga yang sudah ada sebelumnya.
Lahan parkir tersebut dibangun dengan beralaskan paving asli yang dikirim dari Semarang dengan kualitas terbaik. Serta batu-batuan alam yang menghiasi tembok-tembok pembatas jalan. Tertata rapi dan dijamin tidak akan berlumut. Dengan kapasitas mencapai 150 kendaraan roda dua dirasa akan mengurangi kemacetan jalan yang ada di Fakultas Ilmu Budaya. Dengan banyaknya mahasiswa yang membawa kendaraan bermotor sebelumnya telah dirasa mengganggu para pengguna jalan yang lain, sebab kurangnya ketersediaan lahan parkir.

Selain itu, dengan kontur tanah yang miring dan landai serta sangat rentan dengan genangan air ketika musim hujan, penggunaan paving ini dinilai akan mampu menyerap air hujan dan tidak akan terjadi genangan air serta licinnya jalan yang mengakibatkan jatuh atau terpeleset. Inilah mengapa sebenarnya sangat dianjurkan penggunaan paving sebagai bahan pembuat jalan atau lahan parkir. Menurut beberapa sumber, adanya lahan parkir ini memang mengambil sebagian lahan green grass Fakultas Ilmu Budaya, namun pihak rektorat juga memikirkan kerindangan dan keindahan kampus. Jadi pada intinya lahan taman memang masih ada dan digunakan setengahnya untuk lahan parkir.
Menyikapi hal tersebut mahasiswa harus ikut serta menjaga lahan parkir tersebut dan merawat separuh taman yang masih ada di halaman Fakultas Ilmu Budaya. Selain itu, fokus utamanya adalah kerapian motor yang ada dalam lahan parkir. “Penataan untuk parkir kendaraan akan diatur oleh petugas parkir yang bernama pak Bambang, dia nanti yang akan mengatur tata letak kendaraan, sehingga motor dapat keluar masuk dengan teratur,” tambahnya di sela-sela kesibukannya.
Dengan lahan parkir yang tidak begitu luas ini, tidak adanya kerjasama antara tukang parkir dan para pengendara kendaraan roda dua dinilai akan menimbulkan sedikit masalah. Maka dari itu petugas parkir akan melakukan penataan kendaraan dengan model zig zag, karena dengan model seperti ini akan memudahkan para pengguna lahan parkir untuk keluar maupun masuk.
Proyek pembangunan dari rektorat ini selain tidak akan mengambil semua taman dan pohon yang sudah ada, juga akan menghiasi taman dengan dibangunnya pagar-pagar pembatas taman yang dulunya sudah rusak. Dana yang digunakan berasal dari dana APBN Universitas Brawijaya. Sehingga memang kualitas bahan-bahan yang digunakan bermutu tinggi. Proyek ini ditargetkan akan selesai akhir bulan Desember, oleh karena itu semua pekerja yang terlibat di dalamnya bekerja dengan sistem lembur untuk mendapatkan targetan awal yang diberikan oleh pihak rektorat. Selain itu, setelah terselesaikannya pembangunan lahan parkir dan taman FIB, seluruh mahasiswa diharapkan tetap menjaga ketertiban, kebersihan serta keindahannya.(rzl/fib)

1 komentar:

  1. Yang kemarin berapi-api bilang : JANGAN GUSUR GREENGRASS KAMI!! mana?
    Beneran gak pernah make parkiran? Hahaha.. Lucu aja kalo dulu ngomong kyak gitu, sekarang motornya malah tiap hari nangkring di parkiran baru.
    Mahasiswa yg berdedikasi akan menyaring dengan baik setiap keputusan atau sistem yg dijalankan "orang atas". Gak cuma heboh di demo..

    BalasHapus

  • PK2MABA FIB UB 2013