![]() |
| Penuh: Lapangan parkir baru FIB dipenuhi puluhan sepeda motor |
Green grass yang dulu hijau dan rindang, tempat kita semua berkumpul dan bersenda gurau melepas penat, tempat yang indah ketika hujan datang, digenangi air yang membuat rumput-rumput basah dan hijau berkilau, kini semua beralih fungsi menjadi lahan parkir. Sebuah fasilitas baru untuk menanpung kendaraan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya.
“Lahan ini separuhnya akan direnovasi untuk dijadikan lahan parkir, bukan kita akan merusak sepenuhnya taman ini,” ujar kontraktor pembongkaran green grass saat ditemui Rabu kemarin. Kepala kontraktor yang dikirimkan rektorat untuk menyelesaikan proyek ini menuturkan bahwa pembongkaran tersebut telah menjadi keputusan bersama dari pihak rektorat. Lahan parkir yang digunakan untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya ini bukan akan menghilangkan taman hijau fakultas, namun akan membagi dua fungsi tanah taman untuk kepentingan bersama. Taman yang tidak tergusur pun akan menjadi lebih terawat. Para petugas tidak akan menebang pohon dan bunga-bunga yang sudah ada sebelumnya.
Lahan parkir tersebut dibangun dengan beralaskan paving asli yang dikirim dari Semarang dengan kualitas terbaik. Serta batu-batuan alam yang menghiasi tembok-tembok pembatas jalan. Tertata rapi dan dijamin tidak akan berlumut. Dengan kapasitas mencapai 150 kendaraan roda dua dirasa akan mengurangi kemacetan jalan yang ada di Fakultas Ilmu Budaya. Dengan banyaknya mahasiswa yang membawa kendaraan bermotor sebelumnya telah dirasa mengganggu para pengguna jalan yang lain, sebab kurangnya ketersediaan lahan parkir.
.jpg)

