Senin, 18 Maret 2013

FIB - Identitas Budaya Indonesia UB?



FIB - Identitas adalah bagian penting dalam mengetahui sebuah persoalan. Adanya identitas menjadi ciri pokok berkembangnya suatu organisasi atau lembaga.  Lalu, apakah Fakultas Ilmu Budaya dapat dijadikan sebagai identitas budaya Indonesia di  UB? Sebenarnya tentang identitas sebuah fakultas itu sama. Semua fakultas pasti mempunyai birokrasi, mekanisme, peraturan, dsb. Bukan karena namanya Fakultas Ilmu Budaya, kemudian disebut sebagai identitas budaya di Universitas Brawijaya. 

Budaya di FIB masih sebatas acara yang identik dengan unsur budaya. FIB memang mempunyai acara besar seperti  Parade Budaya yang sekarang berganti nama menjadi Nidayaku (Seni dan Budayaku) dan Seniman Punya Cerita (dulu Cangkrukan Seni) tetapi keduanya  belum bisa dijadikan tolok ukur budaya Indonesia di UB. Kebudayaan (mahasiswa) di FIB cenderung menyesuaikan dengan jurusannya. Seperti  mahasiswa Sastra Inggris dan jurusan yang lain, pasti mereka belajarnya budayanya masing-masing, begitu halnya dengan mahasiswa Sastra Jepang, pasti mereka budayanya ke Jepang-Jepangan banget. Dapat kita ketahui di jurusan Sastra Jepang dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang juga mempunyai komunitas cosplay yang orang-orangnya berdandan seperti tokoh animasi Jepang, misalnya Naruto. Pada akhirnya budaya Indonesia-nya yang kurang diperhatikan.
Apabila FIB dijadikan sebagai identitas budaya Indonesia di UB, saya lebih setuju kalau UNITANTRI menjadi identitas budaya Indonesia di Universitas Brawijaya, karena sering memperlihatkan budaya-budaya Indonesia. UNITANTRI (Unit Aktivitas Karawitan dan Tari) adalah wadah organisasi mahasiswa/i Universitas Brawijaya yang memiliki minat dan bakat di bidang seni tradisional terutama karawitan dan tari agar ikut serta melestarikan budaya Indonesia. Kalau FIB ingin dijadikan sebagai identitas berbudaya jangan dipandang dari acaranya saja, tetapi dari mahasiswanya juga harus beradaptasi dan berperan aktif dalam melestarikan budaya Indonesia.  Oleh sebab itu, saya kurang sependapat, apabila FIB dijadikan sebagai identitas budaya UB, karena FIB (mahasiswanya) belum bisa mencerminkan dan memperlihatkan kesatuan tentang budaya Indonesia.
Masalah identitas budaya di FIB, saya dan  teman-teman di BEM FIB UB mempunyai rencana ke depan akan kembali mengkampanyekan budaya berbatik di FIB. Program ini sebenarnya sudah ada pada dua tahun yang lalu (2011), tapi entah kenapa satu tahun kemudian (2012) budaya memakai batik itu  kemudian luntur dan hilang.(ddn/fib)

*penulis merupakan Presiden BEM FIB UB 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

  • PK2MABA FIB UB 2013